ya Allah, jika sakitku ini adalah hukuman atas segala dosaku,
tolong beri aku kekuatan dan kesabaran hingga dosaku terampuni.
jika sakitku ini adalah ujian untuk menguji keikhlasanku,
tolong beri aku keikhlasan itu
jika sakitku ini adalah cobaan untuk melihat kesabaranku,
tolong beri aku kemampuan untuk bersabar hingga akhir.
kemudian jika sakitku ini adalah jawabanmu untuk doa-doa mereka yang telah kulupakan haknya,
tolong beri aku kuasa untuk membayar hak-hak mereka,
jika sakitku ini adalah balasanmu untuk keegoisanku yang menyakiti hati hamba-hamba-Mu,
sehingga mereka tak sadar menginginkan rasa sakit itu terbalas kepadaku
maka berikan aku kekuatan untuk menghadapinya hingga hamba-hamba-Mu melupakan rasa sakitnya,
Ya Allah, sungguh, beri aku kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan hingga Engkau memberikan kesembuhan.
Tuesday, June 24, 2014
Wednesday, April 16, 2014
Resensi Buku
Judul Buku : GARA-GARA INDONESIA
Penulis : Agung Pribadi
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Jumlah Halaman :
xiv + 210 hlm.
Harga : Rp 42.000
Tebal :
21 x 14,3 cm
Ini Bukan Buku Sejarah. Beneran!
Awalnya saya bingung, ini sebenarnya buku sejarah atau buku
motivasi, sih? Eh, saya lupa sang Penulis sendiri bergelar “Historivator”.
Pertama kali mendengar sebutan ini saya sempat menilainya terlalu mengada-ada
dan maksa. Bahkan saya sudah mencari-cari padanan kata tersebut di KBBI, tidak ada.
Dan—dengan-nggak-ada-kerjaannya—saya mengetik keyword HISTORIVATOR di Google
search. Apa coba yang saya temukan? Result urutan paling atas adalah
sebuah situs www.agungpribadi.com, blognya
Agung Pribadi sendiri. Ya ampun, orang ini kenapa narsis sekali? Karena itu, saya
tidak salah, kan, menilai sebutan “historivator” itu mengada-ada?
Tuesday, April 15, 2014
"kutipan"
Sinopsis: Do's and Don'ts
Menulis sinopsis adalah sebuah seni yang bisa dipelajari dan diperhalus melalui pengalaman. Seperti halnya sebuah seni, tak ada satu cara yang paling benar untuk menuliskannya. Setiap editor punya pendekatan berbeda-beda dan bisa menghasilkan sinopsis yang berbeda untuk buku yang sama.
Meski demikian tentu saja efek yang ingin dihasilkan lewat sinopsis itu tetap sama, yaitu meyakinkan konsumen untuk membeli/membaca buku tersebut. Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan dan dihindarkan dalam menulis sinopsis:
Friday, April 11, 2014
Kutipan
Fundamental Editing 1#
oleh Bambang Trim
Praktisi Perbukuan &
Ketua Forum Editor Indonesia
TOTAL EDITING
Setiap
kali membaca atau menelusuri buku yang sudah tercetak dan saya
menemukan editor mengabaikan detail kecil dari karya editingnya, sering
timbul kegusaran yang mendalam. Apa saja
detail kecil yang sering terlepas dari mata awas seorang editor?
Pertama adalah tampilan halaman hak cipta yang kerap tidak konsisten,
salah dalam penulisan nama, atau ada bagian yang hilang. Kedua, teks
pada halaman prakata dan juga pengantar. Ketiga, teks daftar isi dan
rujukan halamannya yang kerap tidak pas. Semuanya terdapat pada bagian
pendahulu (prelims). Biasanya hal ini setali tiga uang dengan halaman
pengakhir (postlims), seperti daftar pustaka, indeks, maupun glosarium.
Ketidakkonsistenan penulisan kerap terjadi. Belum lagi kesalahan
menyangkut penempatan running title
(judul pelari) ataupun nomor halaman.
Asumsinya
memang seorang editor yang kerap abai terhadap editing prelims dan
postlims karena mereka lebih berkonsentrasi pada bagian isi naskah.
Padahal, bagian prelims adalah etalase keberhasilan sebuah buku dan
bagian postlims adalah happy ending untuk sebuah buku
yang berhasil. Jika seorang pembaca yang awas dan kritis telah menemukan
berbagai kekeliruan di halaman prelims, perasaan nyaman membaca pun
akan terganggu.
Bagi
saya sendiri, pengabaian detail kecil ini adalah awal pembentukan
karakter yang buruk bagi editor. Editor yang kerap berlaku demikian
kelak tidak akan mampu mengasah intuisinya untuk secara cepat menemukan
kekeliruan sebuah naskah. Jika pada halaman-halaman awal saja sudah
abai, bagaimana dengan halaman selanjutnya? Karena itu, editor yang
benar-benar mencintai pekerjaan editing dan berhasrat menjadi editor
andal, ia harus melakukan total editing.
Apa itu total editing? Total editing adalah sebuah cara dan sikap mengedit yang fokus pada tiga bagian besar buku, yaitu preliminaries, text matter, dan postliminaries.
Tidak ada satu bagian pun yang boleh terlewat dari mata awas seorang
editor sehingga ketajaman mata, ketelitian, kesabaran, dan kekuatan
stamina menjadi modal utama. Editor tidak disarankan tergesa-gesa dalam
melakukan total editing. Editor yang sudah terlatih lambat-laun
kecepatannya dalam mengedit bisa naik seiring dengan semakin tajamnya
intuisi mengeditnya. Dengan demikian, ketatnya tenggat terbit atau deadline tidaklah menjadi alasan untuk tidak melakukan total
editing.
Kunci
memahami total editing adalah menguasai dulu anatomi buku, yaitu
bagian-bagian yang mendukung terbentuknya produk bernama buku. Tanpa
pengetahuan dan pemahaman yang lengkap tentang anatomi buku, memang
sulit mengharapkan seorang editor bisa melakukan total editing. Jika
Anda ingin mengetahui seluk beluk anatomi buku, Anda dapat membaca buku
berjudul Anatomi Buku karya Iyan Wibowo yang diterbitkan
oleh Kolbu, 2007. Buku ini mengupas tuntas tampilan sebuah buku yang
perlu dipahami oleh seorang editor buku maupun para pekerja perbukuan
lainnya. Bagi editor, buku dengan bahasan langka ini tentu sangat
membantu untuk menambah pengetahuannya dalam hal anatomi buku serta membuatnya paham seluk beluk penulisan bagian-bagian naskah, seperti
pengantar, prakata, daftar pustaka, dan indeks.
Kunci kedua untuk melakukan total editing adalah pengetahuan dan pemahaman tentang desktop publishing, termasuk di dalamnya pengetahuan tipografi dan desain komunikasi visual (dkv). Desktop publishing muncul sebagai akibat kemajuan teknologi di bidang komputer penerbitan. Layout buku kini menggunakan program-program desktop publishing,
seperti Pagemaker, MS-Publisher, dan Adobe In-design dengan dasar ilmu
melayout yaitu tipografi dan dkv. Dalam praktiknya terdapat
kesalahan-kesalahan melayout buku yang akhirnya menimbulkan kesalahan
tipografi maupun kesalahan visualisasi sehingga diperlukan juga editing
untuk memperbaikinya. Jadi, bagaimana mungkin seorang editor bisa
melakukan total editing tanpa ia
memahami tipografi dan dkv?
Sepertinya
sulit menerapkan total editing karena begitu banyak akhirnya tuntutan
kerja bagi seorang editor. Namun, itulah seni mengedit atau menyunting
sehingga menjadi tantangan bagi karier seorang editor agar ia bisa
mencapai puncak sebagai chief editor. Karena itu, editor
pemula jangan berleha-leha untuk mengabaikan detail kecil pada naskah
dan menganggap itu hal biasa. Berpayah-payahlah mulai dari sekarang
untuk total mengedit naskah dan menghasilkan naskah yang benar-benar
bersih 99% dari kekeliruan. Kekeliruan yang 1% sisakan hanya untuk
keterbatasan kita sebagai manusia.***
Thursday, April 10, 2014
Lebih Dekat dengan Rasulullah
Tahun 570/571 M : Kelahiran
Seorang bayi istimewa lahir
di kota bernama Makkah. Dia adalah Muhammad. Tepat pada tahun itu, pasukan
gajah Abrahah hendak menghancurkan Ka’bah. Namun, rencana jahat Abrahah tidak
dikehendaki oleh Allah Swt.. Allah sendiri yang melindungi Ka’bah dengan
mengirimkan segerombolan burung Ababil untuk menyerang pasukan Abrahah.
Burung-burung itu beterbangan memenuhi angkasa, membawa kerikil panas dari
neraka dan menjatuhkannya, sehingga membuat pasukan Abrahah kocar-kacir, hancur
seketika. Sementara itu, Abdul Mutthalib, sang penjaga Ka’bah, tengah
berbahagia karena telah lahir cucunya dari anaknya, Abdullah yang telah
meninggal. Itulah mengapa tahun kelahiran Muhammad lebih dikenal dengan tahun
gajah.
Friday, February 28, 2014
Kutipan
“Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justeru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya.
“Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasannya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh."
Tere Liye, novel "Negeri Di Ujung Tanduk"
“Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasannya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh."
Tere Liye, novel "Negeri Di Ujung Tanduk"
Tuesday, February 4, 2014
Outside The Lines
Melihat
dengan jarak dekat sebenarnya membuat apa yang ingin dilihat semakin tak
terlihat.
Kau
perlu berada di luar garis atau minimal jarak yang jauh agar semua yang kau ingin
lihat bisa terlihat lebih jelas.—Nina Pradani.
Katakanlah saat ini saya sedang
bekerja di sebuah perusahaan roti. Pertama kali—sebelum saya kerja di
sana—sejujurnya saya tidak terlalu familiar dengan nama perusahaan tersebut.
Oke, saya mengatakan, perusaahaan itu tidak terkenal. Tapi, setelah saya berada
di dalamnya, saya menjadi sangat mengenal dan mencintai tempat saya bekerja, saya
berusaha meyakinkan orang-orang di sekitar saya bahwa perusaan ini cukup
terkenal. Tidak hanya itu, entah sejak kapan saya mengakui dan memuji setiap
produk roti yang kami sendiri hasilkan. Saya bahkan sering mengeluh (baca:
menyombongkan diri) tentang betapa sulitnya menciptakan dan membuat roti itu.
Saya ingin orang lain melihat kami selalu menciptakan roti terbaik di sini, tidak
memandang sebelah mata hasil ciptaan kami, dan ciptaan perusahaan roti lainnya.
Kalian sudah nonton film Now You See Me? Saya merekomendasinnya.
Dari film ini saya mulai sadar bahwa kita justru tidak bisa melihat kenyataan
sebenarnya tentang sesuatu yang paling dekat dengan kita, apalagi jika kita
tengah terlibat di dalamnya. Selama ini, saya selalu percaya bahwa produk yang
kami hasilkan itu baik, ya, karena memang itu hasil ciptaan terbaik kami. Oh, come on, itu bukanlah ekspektasi
yang baik, karena kau akan kecewa sendiri setelah melihat yang sebenarnya dari
jarak jauh. Cobalah mundur sedikit, selangkah, dua langkah, tiga langkah, atau
jarak terjauh yang kau bisa. Lalu, coba lihat dan bandingkan ciptaaan
perusahaanmu dengan perusahaan lain. Bagaimana? Milik siapa saja yang berada di
deretan bestseller? Milikmu? Mana?
Oke, ada satu, dua. Well, dua
produkmu termasuk bestseller, dan
sekarang apa? Coba lihat kembali ke dalam, mendekatlah, kau dan teman-temanmu
terlena dengan dua produk bestseller
tadi. Kalian sudah menganggap diri kalian hebat dan terus-menerus mengungkapkan
kehebatan itu berulang kali. Parahnya, entah karena lupa atau tidak ingin
menciptakan sesuatu yang lain, kalian mengulangi produksi lama, atau
menciptakan produk baru, tapi tetap tidak jauh beda jenisnya dari produk yang
sempat bestseller tadi. Sedangkan,
nah, coba mundur lagi tiga atau empat langkah, atau langkah terjauh yang kau
bisa. Lihat, perusahaan lain punya puluhan produk bestseller. Bahkan mereka menciptakan produk bestseller hampir setiap bulan karena mereka selalu punya sesuatu
yang baru. Sedangkan kalian? Waspadalah, terlena itu memang selalu tak
disadari.
Hal yang lebih membuat saya tersentak
sebenarnya adalah saat menerima telepon dari Adik saya baru saja. kebetulan dia
adalah pelahap roti yang baik dan cukup mengenal roti-roti dari berbagai
perusahaan. Tapi, sialnya apa, dia bahkan tidak kenal dengan perusahaan di mana
Kakaknya bekerja. Itu perusahaan yang menjual roti-roti murah itu, ya? Oh,
seandainya, dia ada di depan saya, sudah saya jitak kepalanya. Entahlah, entah
karena Adik saya yang nggak gaul atau apa. Tapi, saya teringat, sebenarnya
tidak hanya Adik saya yang mengatakan hal itu. Dulu saya beranggapan sama.
Beberapa teman saya juga. “Itu perusahaan apa? Rotinya yang mana?” Hikss…. Apa
yang harus saya lakukan untuk membuat perusahaan tempat saya bekerja ini
terkenal tidak hanya di kalangan tertentu. Tapi, di semua kalangan?
Meski demikian, tetap saja saya
tidak bisa memungkiri, perusahaan ini cukup besar. Sangat besar malah. Hanya
kurang terkenal di semua kalangan saja. Dan nggak bagusnya, perusahaan ini
menurut saya terkenal dengan roti-roti murahnya, saya sudah pernah mengatakan
ini pada teman-teman. Jangan terlalu sering menjual roti dengan diskon yang
besar. Roti diskonan itu bisa menurunkan brand.
Karena kesan konsumen secara umum, barang diskonan itu adalah untuk
barang-barang yang tidak laku. [NP]
Tuesday, January 28, 2014
Tediousness
God...
Semoga tidak ada penyesalan setelah menolak tawaran rejeki di tempat yang lebih besar itu.
Anggapanku, lebih besar bukan berarti lebih baik
God....
Bukannya aku takut dengan tantangan
Bukannya aku terlena dengan zona nyaman
Tapi, masih banyak tanggungjawab yang harus aku selesaikan
Jadi, Please.. gimme a little strength...
Buatlah aku bersemangat seperti kemarin-kemarin.
Hilangkan kebosanan yang bisa membuatku menyesal dengan keputusan ini..
Semoga tidak ada penyesalan setelah menolak tawaran rejeki di tempat yang lebih besar itu.
Anggapanku, lebih besar bukan berarti lebih baik
God....
Bukannya aku takut dengan tantangan
Bukannya aku terlena dengan zona nyaman
Tapi, masih banyak tanggungjawab yang harus aku selesaikan
Jadi, Please.. gimme a little strength...
Buatlah aku bersemangat seperti kemarin-kemarin.
Hilangkan kebosanan yang bisa membuatku menyesal dengan keputusan ini..
Sunday, January 19, 2014
Satelit
Bumi punya Bulan, Mars punya Phobos dan Deimos. Ada pula Titan, Miranda, Ariel. Itu bukan nama temanku. Mereka sebagian di antara satelit planet di galaksi ini. Dan kau, kau adalah Satelitku.
Kemarin aku mengatakan kau adalah Matahariku... Tidak, aku tidak ingin kau jadi matahari, karena akan ada delapan planet dan jutaan bintang yang mengelilingimu.
Aku hanya ingin kau menjadi Satelitku. Dengan begitu, kau hanya akan melihatku, dan selalu ada dengan caramu.
-NP-
Monday, January 6, 2014
Laporan Hasil Penelitian:
Judul Penelitian: Ketika Seseorang Jatuh Cinta
Koresponden: Everyone
:> Tingkat kewarasan, sulit dibedakan dengan orang gila.
:> Mendadak beralih profesi, bertranformasi menjadi penyair.
:> Daya penglihatan bermasalah, minus bertambah, semua orang terlihat mirip dia.
:> Indra penciuman bermasalah, bau toilet berubah menjadi wangi parfumnya.
:> Sistem kerja otak kiri mengalami masalah serius, tiba-tiba tidak
bisa menghitung, dua tambah dua bisa jadi tetap dua, bukan empat. (2 + 2
= 2)
:> Daya tangkap otak kanan meningkat, semua yang dikatakannya tersimpan baik-baik dalam memori, natural dan tanpa disadari.
:> Kekuatan imajinasi makin parah, berkhayal tidak mengenal tempat
dan waktu. Dan suka mengait-ngaitkan hal yang sebenarnya tidak terkait
sama sekali.
:> Aliran musik tiba-tiba berubah menjadi melow, yang tadinya rock-punk. Atau mengikuti aliran musik si dia.
:> Tontonan favorit berubah tanpa disadari sesuai dengan kesukaan si dia.
:> Gejala insomnia melanda.
:> Nafsu makan boleh jadi bertambah, tapi kebanyakan yang jadi tidak
memiliki nafsu makan. Kebalikan antara kedua itu. Tidak normal.
:> Jantungan, kecepatan detak jantung tidak stabil, kondisi terparah
adalah bisa mencapai 1000 knot setiap berada di dekatnya.
:> Suhu
badan dan kesehatan memburuk, demam tinggi jika berada di dekatnya.
Panas khususnya di daerah pipi. Atau bahasa kedokterannya 'merona'.
:> Sekrup di otak tiba-tiba nyadat, sehingga mengakibatkan seluruh
organ tubuh tak mampu digerakkan, hanya bisa diam tidak berkutik, hampir
tidak bernafas, setiap kali si dia lewat atau beredar di sekitar.
:> Atau kebalikan dari poin di atas, berubah jadi banyak tingkah,
banyak bicara, suara sengaja digedein biar si dia denger, atau melakukan
sesuatu yang mengharapkan tanggapan baik dari si dia.
:> Deg! Begitu bunyi jantung setiap kali namanya disebut atau terbaca di tulisan.
:> Jadi paparazi. Sadar atau enggak--banyakan nggak sadar sih, kalo
udah nyadar, suka kaget sendiri, ''kenapa saya melakukan ini?''--suka
mengintip jejaring sosial punya si dia, pengen tau aja apa kegiatannya,
apa yang dia katakan, gimana pendapatnya, dll. Kepo beud lah.
:>
Suka mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan ini; ''Apa yang terjadi
padaku?'', ''Apa yang kulakukan?'', ''Kenapa aku kayak gini, sih?'' dan
pertanyaan-pertanyaan lain yang sebenarnya tidak butuh jawaban.
:> Suka tiba-tiba bertingkah aneh, geleng-geleng sendiri,
senyam-senyum sendiri, bete sendiri, kesal sendiri, gemes sendiri,
bahagia sejahtera sendiri.
:> Ketik, hapus, ketik, hapus, ketik,
hapus, ketik SMS untuk si dia! Kirim, enggak, kirim, enggak, kirim!
Setelah sms terkirim, menutup kepala pake bantal, gemes, trus kaki
ditendang berkali-kali ke kasur. Nyesel.
:> SMS belum dibalas atau enggak dibalas, uring-uringan sendiri.
:> Terakhir, sering memukul kepala sendiri.
Ditilik dari berbagai gejala dan akibat yang dialami orang yang sedang
jatuh cinta di atas, maka dihimbau kepada seluruh warga negara agar
senantiasa berwaspada. Jika menemukan saudara, teman, adik, atau kakak
anda mengalami salah satu gejala di atas, segeralah membawanya ke KUA
terdekat.
Waspadalah! Waspadalah!
NB: Jika yang
bersangkutan dirasa masih belum cukup umur untuk dibawa ke KUA, biarkan
dia berkembang. Arahkan ke hal-hal positif untuk memberikan cinta kepada
yang membutuhkan; anak yatim, fakir miskin, orangtua, sahabat, dan
tanamkan pendidikan agama sejak dini.
-NP-
Friday, January 3, 2014
Kutipan
Saya
selalu berharap editor naskah lebih pintar ketimbang pengarang,
sehingga di tangannya naskah yang bagus punya kemungkinan menjadi lebih
bagus. Saya juga berharap para kritikus lebih pintar dari pengarang.
Pengarang dan kritikus ibarat dua orang yang bermain catur. Jika
pengarangnya yang lebih pintar, niscaya kritikusnya gagal menebak apa
strategi yang dimainkan oleh si pengarang dan ke mana permainan
diarahkan. Jika kritikusnya lebih pintar, berbahagialah si pengarang.
Kritikus yang lebih pintar dari pengarang akan mampu mengenali
kecerdasan atau kedunguan si pengarang dalam menuturkan ceritanya dan
mampu juga menemukan apa yang tampak di permukaan (teks) dan apa yang
tak tampak (subteks) pada karya yang dibahasnya.
Monday, December 30, 2013
Absurd
Ini Bukan Puisi
Terkadang kau memang perlu untuk menangis
Agar ada airmata yang kau usap
Karena setelahnya kau akan bisa tersenyum kembali
Itulah mengapa Tuhan menciptakan hujan
Agar kau bahagia melihat matahari
Kau tahu? Bahagia itu sederhana
Amat sederhana
Sesederhana ketulusan seorang yang kau sebut sahabat
Itu saja
-NP-
Longversion
Lihat, hari begitu cerah
Well, aku tahu ini sudah malam
Tapi, tetap saja cerah
Lihat! Cerah, kan?
Coba lihat sekali lagi!
Jika cerah itu masih tak terlihat
Coba perbaiki sistem kerja otak kiri
Ku rasa ada masalah
Tidakkah kau malu pada Tuhan
Yang telah mencerahkan harimu?
Tidakkah kau malu pada Tuhan
Yang selalu ada untukmu?
Iya, aku berbicara padamu
Siapa lagi?
Hanya kamu yang ada di sini
Hanya kamu yang terpuruk menutupi kesedihan
Sudahlah, tidak perlu sok ikhlas seperti itu
Menangis saja dulu sepuasmu
Agar ada air mata yang bisa kau usap
Setelahnya kau bisa tersenyum kembali...
-NP-
Aku tidak bersedih
Tapi juga aku tak yakin sedang bahagia
Tuhan, aku hanya merasa kosong
Bagaimana aku mengisi kekosongan ini?
Aku ingin mengisinya dengan cinta untuk-Mu
Tapi sialnya, aku terlalu buruk
Teramat buruk
Aku malu
Aku ingin menangis, tapi kenapa tidak bisa... :'(
-NP-
Tuesday, December 24, 2013
Seperempat abad!
December 22 via mobile
Waow! Akhirnya saya merasakan umur itu juga. Apakah saya menunggu? Tidak juga. Takut karena sudah tua? Tidak juga. Malu karena belum menikah? Apalagi itu, tidak sama sekali. Tapi, iya, bener, saya malu. Teramat malu, karena seperempat abad saya hidup, sepertinya saya belum memberikan apa-apa untuk malaikat saya, Ibu.
Seperempat abad saya hidup, hanya membuatnya khawatir, hanya membuatnya sedih, hanya membuatnya susah, hanya membuatnya kepikiran kalau dia punya anak perempuan yang lemah, tak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk dirinya sendiri. Jangankan itu, mengenal dirinya saja tidak. Bagaimana mungkin malaikat saya tidak khawatir setiap detik.
Wahai, mejikom! Tahukah kau, kenapa saya selalu membuatnya khawatir? Kenapa saya tidak bisa membahagiakannya hingga sekarang? Di usia saya yang dua puluh lima tahun! Bayangkan, dua puluh lima tahun! Itu waktu yang cukup lama, bukan? Dan lihat! Tidak ada apa-apa di sini, yang ada hanya kesenangan saya sendiri.
Ingatkah kau, wahai semut di dinding! Sejak saya terlahir ke dunia ini, hingga merangkak ke usia subuh, kemudian berjalan ke usia pagi, dan sekarang meski saya telah berada di usia siang, saya tidak pernah merasakan panasnya matahari. Matahari selalu bersembunyi dibalik awan. Ah, atau mungkin saya yang bersembunyi karena takut membuatnya khawatir, lagi-lagi.
Percayakah kau, wahai setrika! Sekarang saya sudah semakin dewasa. Saya tidak lagi sakit-sakitan, saya sudah sangat sehat dan bahagia. Saya tidak lagi bodoh, tapi mungkin agak sedikit telmi, itu masih. Saya juga tidak lagi mudah percaya pada siapa pun. Tolong sampaikan juga padanya agar dia tidak khawatir. Sampaikan setiap hari, jangan hari ini saja. Mentang-mentang hari ini orang-orang memperingati hari untuknya. Saya tidak mau. Sampaikan hari ini, juga besok, juga lusa, dan selama saya masih hidup, jangan khawatir dan sampaikan bahwa saya mencintainya, teramat mencintainya.
Kutipan
Kita malu, keringetan, gugup, gemeteran dekat orang yg diam2 kita sukai
adalah mekanisme alami manusia agar bisa menjaga diri. Ada aturan
mainnya.
Repot sekali kalau hal itu tdk bekerja. Kayak sapi atau kambing jadinya. Suka, langsung seruduk. Nggak pake malu2. Suka langsung loncat, tidak peduli meski di pasar ternak, rame yg lihat.
Tere Liye
Repot sekali kalau hal itu tdk bekerja. Kayak sapi atau kambing jadinya. Suka, langsung seruduk. Nggak pake malu2. Suka langsung loncat, tidak peduli meski di pasar ternak, rame yg lihat.
Tere Liye
Sunday, December 22, 2013
Lyric: WHITE - Frank Ocean
Could this be earth, could this be light
Does this mean everythings going to be alright
One look out my window there's trees talking like people
I dreamt of storms, I dreamt of sound
I dreamt of gravity keeping us around
I slept in the darkness it was lonely and it was silent
What is this love, I don't feel the same
Don't believe what this is, could be given a name
I awoke you there chasing planets on my forehead
But I forget 23 like I forget 17
And I forget my first love, like you forget a day dream
And what of all my wild friends, and the times I've had with them
But I'll fade to grey soon on the tv station
Does this mean everythings going to be alright
One look out my window there's trees talking like people
I dreamt of storms, I dreamt of sound
I dreamt of gravity keeping us around
I slept in the darkness it was lonely and it was silent
What is this love, I don't feel the same
Don't believe what this is, could be given a name
I awoke you there chasing planets on my forehead
But I forget 23 like I forget 17
And I forget my first love, like you forget a day dream
And what of all my wild friends, and the times I've had with them
But I'll fade to grey soon on the tv station
Wednesday, December 18, 2013
CerMin: and everyday so tremble
ketika
tak ada kata terucap, diam mampu ungkapkan apa yang tak terkatakan.
memang, tak semua bisa memahami, tapi sahabat selalu mengerti.
33 minutes ago via BlackBerry Smartphones App.
aku terkesiap membaca status terakhir yang tertera di laman home
facebookku. jika orang lain yang menulisnya, aku pasti mengklik 'like',
tapi status itu tertulis dengan namamu di sampingnya. nama yang bahkan
membuat jantungku melompat hanya dengan melihat tulisannya, nama yang
membuat aku sendiri merasa seolah lebih hebat dari dokter spesialis
saraf karena bisa mendengar aliran darahku yang berdesir. itu tentang
nama yang tertulis. lain lagi ceritanya jika namamu terdengar. lebih
gila lagi jika kamu sendiri yang nampak di depan mataku. aku tak bisa
berbuat apa-apa selain segala tingkah yang mengharapkan komentarmu,
minimal tanggapan baik dalam hatimu, tak perlu terucap, tak masalah.
lebih indah lagi jika tingkahku bisa membuat ujung bibirmu melengkung
senyum. tapi, jangan! itu bahaya! aku tidak akan bisa tidur
berhari-hari.
Thursday, December 12, 2013
You
It's hard to forget The first time I met you
Those mesmerizing pair of eyes
In my mind, The thoughts of you ,Cannot be erased
When I hold your hand and feel your warmth
It's really too much for me to handle
Your innocence .I would like to treasure
When I see you suffering I will feel sad
Just afraid I will fall in love with you
Dare not let myself be too close to you
Afraid I’ve got nothing to offer you
To love you may require a lot of courage too
Just afraid I will fall in love with you
Maybe one day I wouldn't be able to control myself
from falling in love with you
Thinking of you only hurts myself
I just can't help falling in love with you
What’s the reason Ya…
That I meet you again
I really really don’t wish to
Fall into the love trap like this
I just can't help falling in love with you
Those mesmerizing pair of eyes
In my mind, The thoughts of you ,Cannot be erased
When I hold your hand and feel your warmth
It's really too much for me to handle
Your innocence .I would like to treasure
When I see you suffering I will feel sad
Just afraid I will fall in love with you
Dare not let myself be too close to you
Afraid I’ve got nothing to offer you
To love you may require a lot of courage too
Just afraid I will fall in love with you
Maybe one day I wouldn't be able to control myself
from falling in love with you
Thinking of you only hurts myself
I just can't help falling in love with you
What’s the reason Ya…
That I meet you again
I really really don’t wish to
Fall into the love trap like this
I just can't help falling in love with you
Tuesday, December 3, 2013
Inspirasi
December 1, 2013 at 1:08am
Herannya, kenapa ide atau inspirasi itu seringnya muncul di tempat yang sempit dan bau? Maksud saya toilet, wc, kamar mandi, atau apa pun lah itu namanya. Kenapa inspirasi saya tidak bisa muncul di kamar kos yang nyaman ini? Atau di meja kerja yang sudah lengkap dengan alat penuang ide-nya? Kenapa harus di toilet yang begitu sekeluarnya dari sana belum tentu keinget. Tidak mungkin kan saya menulisnya di atas air, atau mencoret dindingnya seperti dinding toilet di sekolah saya dulu? Mau pake apa juga nulisnya, odol, sabun?
Nah, kan, tadi apa coba yang mau saya tulis sampai membuka note di sini? Lupa.
Tapi, sudah lama juga ya saya tidak menulis di microblog ini. Terakhir sudah beberapa bulan yang lalu. Sudah lama sekali. Ini pasti karena salah seorang teman memancing saya dengan menunjukkan buku genre 'labil' kemarin. Kenapa saya bilang labil? Pada dasarnya, hanya manusia labil lah yang menulis kisahnya sendiri sekaligus menertawakannya sendiri. Tunggu dulu, jangan menyimpulkan bahwa itu sesuatu yang negatif. Kata 'labil' memang cenderung melukiskan hal yang kurang bagus. Tapi, jika kelabilan bisa menghasilkan sebuah karya, seperti buku-buku Raditya Dika, kalian mau bilang apa? Ups, saya tidak mengatakan Raditya Dika labil, lho. Iya, dia tidak labil. Tapi, gila!
Friday, November 8, 2013
Api dalam sekam
Kalian pernah merasa seolah-oleh sedang menjadi aktor dalam film? Pernah mengalami kejadian seolah sedang turut berperan dalam sebuah skenario yang seru dan menegangkan? Saya pernah, dan kebetulan sedang mengalaminya saat ini.
Ada api dalam sekam! Ya, api dalam sekam! Bukan musuh dalam selimut. Masih kurang jelas? Sekali lagi, api dalam sekam! Berhubung judulnya saja api dalam sekam, yang berarti itu sesuatu yang tersembunyi, jadi, untuk sementara kita pending dulu tulisan ini, sampai apinya benar-benar membakar sekam itu. Biar semuanya jelas dulu lah. Setuju?
Kalian harus setuju, karena saya yang punya tulisan ini. Baiknya kita buat semacam sekapur sirih dulu,
yaah,,,sudah waktunya pulang, oke, kita lanjut lagi besok.
Ada api dalam sekam! Ya, api dalam sekam! Bukan musuh dalam selimut. Masih kurang jelas? Sekali lagi, api dalam sekam! Berhubung judulnya saja api dalam sekam, yang berarti itu sesuatu yang tersembunyi, jadi, untuk sementara kita pending dulu tulisan ini, sampai apinya benar-benar membakar sekam itu. Biar semuanya jelas dulu lah. Setuju?
Kalian harus setuju, karena saya yang punya tulisan ini. Baiknya kita buat semacam sekapur sirih dulu,
yaah,,,sudah waktunya pulang, oke, kita lanjut lagi besok.
Friday, October 11, 2013
Confused
Definisi
rapat adalah berkumpul untuk
membicarakan suatu masalah yang menimbulkan (memungkinkan munculnya) perbedaan
pendapat. Yep, rapat dilakukan untuk mencapai suatu kesepakatan bersama. Kalau
tidak ada—atau lebih tepatnya tidak menginginkan—adanya perbedaan pendapat,
buat apa rapat? Ngobrol aja langsung, beri saja perintah. Itu pertama.
Kemudian, yang kedua. Proses
berjalannya rapat itu hampir sama di mana-mana. Rapat di sebuah perusahaan
misalnya. Pertama kali, masing-masing bawahan memberi laporan untuk didengarkan
oleh seluruh peserta rapat. Sekali lagi, seluruh peserta rapat! Jadi, tidak
hanya dari bawahan melapor ke atasan. Kalau bawahan hanya melapor ke atasan,
kenapa tidak ngobrol saja berdua? Agar tidak ada peserta yang henghong. Ketiga, peserta rapat yang
lain diberi hak untuk merespon hasil laporan tersebut. Terakhir, baru ada
keputusan pimpinan rapat.
Keputusan tersebut harus diambil
dengan bijaksana, dengan pertimbangan yang matang, mempertimbangkan banyak hal.
Dan terutama mempertimbangkan pendapat-pendapat dari peserta rapat. Tidak,
tidak, saya tidak mengatakan memberi keputusan dengan mengambil pendapat paling
banyak. Tidak harus seperti itu. Karena pendapat paling banyak belum tentu
bermasalahat, bagaimana misalnya jika 90 persen peserta rapat itu orang bejat
semua. Oleh karena itu, kenapa di sini dibutuhkan seorang pemimpin itu harus
bijak.
Yang paling menyulitkan adalah
ketika seorang pemimpin meminta bawahannya untuk memberi gagasan atau ide, tapi
dia tidak memberikan kesempatan untuk itu. Lalu, ke manakah bawahan ini harus
menyampaikan idenya? Teng tong, teng tong.
Ditulis, ya, ditulis. Oke,
baiklah. Saya baru saja menulisnya. Itu salah satu hasil pengamatan saya
sendiri tentang “rapat”, dan saya berharap, ke depannya sebuah rapat atau meeting bisa berjalan sebagaimana
mestinya dan mengapa rapat itu harus dilakukan. Sekian dan terima kasih.
Tipe-tipe Bos di Dunia
1. Bos PHP
Tau kan, PHP
apa’an? Yep! Pemberi Harapan Palsu. Bos pemberi harapan palsu sekarang sudah
makin marak dan merajalela. Ciri-ciri bos tipe ini salah satunya, menjanjikan
rapat kemudian membatalkannya. Cape deeh… -_-‘
2. Bos Doyan Telat
Bos yang nyuruh
bawahannya hadir di kantor tepat waktu, tapi dia sendiri nggak pernah tepat
waktu. Kalopun pernah, paling banter sekali dalam sebulan. Bos kayak gitu wajib
dibuang ke laut.
3. Bos Killer
Nggak cuma dosen
doang yang punya titel ‘killer’, bos juga bisa disebut killer kalo dia suka
membunuh. Tenang, maksudnya membunuh karakter. Bos yang suka membunuh karakter
bawahannya ini halal buat dibunuh balik, yaa… itu kalo kamu berani dan punya
senjata yang lebih hebat dari punya si bos, sih.
4. Bos Mata Elang
Tipe bos mata
elang ini maksudnya yang matanya ‘awas banget’, do’i paling nggak bisa liat
bawahannya diem (nggak kerja). Menghadapi bos tipe ini, kamu jangan sekali-kali
nyelesaiin kerjaan sebelum deadline kalo nggak mau dihadiahi kerjaan tambahan.
Atau bisa aja sih kamu kelarin kerjaanmu lebih cepet, tapi jangan dilaporin
dulu ke si bos. Ekekekekee…
5. Bos Muka Dua
Kita nggak lagi
ngomongin hantu atau siluman bermuka dua, karena manusia juga ada yang bermuka
dua. Tau kan artinya? Yap, bener banget, tipe bos juga ada yang bermuka dua.
Suka ngomongin kejelekan bawahannya ke bawahan yang lain. Hedehh… tipe bos yang
kayak gini nih yang kudu dimasukin ke mesin cuci.
6. Bos Mafia
Pernah denger
kata mafia? Itu ada di film-film action
biasanya. Bos mafia itu tipe bos yang disegani dan ditakuti karena dia emang
layak untuk itu. Dia ditakuti karena memiliki kekuatan atau kehebatan yang
lebih dari para bawahannya. Dan itu keren.
7. Bos Malaikat
Wah, bos tipe
ini sampe nggak tega ngomonginnya. Do’i baiiiiiiiik banget. Hatinya lembut,
penyayang, perhatian. Bicaranya bijaksana, jalannya berwibawa, pembawaannya
berkarisma, ketika dia berjalan, selalu tersenyum, dan bawahannya reflek
memberi hormat dengan membungkuk. Kalau si bos ngasih perintah, nggak ilang
senyum dari bibirnya, entah kenapa ada aura malaikat di sekitarnya. Tapi,
jangan sekali-kali punya niat bikin si bos tipe ini marah. Kalo lagi marah,
bisa lebih menyeramkan dari makhluk mana pun.
8. Bos Otoriter
Memberi
keputusan tanpa mau mendengarkan pendapat orang lain (bawahan), parah lagi
kalau berdasarkan kepentingan pribadi.
9. Bos Devil’s Prada
Pernah nonton film
Devil’s Prada, kan? Yap, bener banget. Berhati batu, profesional, tegas,
disiplin, memberi perintah semaunya, tidak menerima alasan apa pun. Bos tipe
ini bisa disukai, bisa dibenci, bisa juga dicaci maki. Tapi, cukup sampai di
situ. Bawahan cukup mencaci maki di belakangnya atau dalam hati, tanpa bisa
berbuat apa-apa. Kalau saya sendiri sih lebih suka bos tipe ini. Kenapa? Karena
bawahan bisa belajar disiplin dan bekerja profesional. Bawahan bisa belajar
untuk memiliki mental baja dengan menghadapi si bos ini. Bukan kah itu keren?
Subscribe to:
Posts (Atom)