Tuesday, June 24, 2014

Doa saat sakit

ya Allah, jika sakitku ini adalah hukuman atas segala dosaku,
tolong beri aku kekuatan dan kesabaran hingga dosaku terampuni.
jika sakitku ini adalah ujian untuk menguji keikhlasanku,
tolong beri aku keikhlasan itu
jika sakitku ini adalah cobaan untuk melihat kesabaranku,
tolong beri aku kemampuan untuk bersabar hingga akhir.
kemudian jika sakitku ini adalah jawabanmu untuk doa-doa mereka yang telah kulupakan haknya,
tolong beri aku kuasa untuk membayar hak-hak mereka,
jika sakitku ini adalah balasanmu untuk keegoisanku yang menyakiti hati hamba-hamba-Mu,
sehingga mereka tak sadar menginginkan rasa sakit itu terbalas kepadaku
maka berikan aku kekuatan untuk menghadapinya hingga hamba-hamba-Mu melupakan rasa sakitnya,
Ya Allah, sungguh, beri aku kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan hingga Engkau memberikan kesembuhan.

Wednesday, April 16, 2014

Resensi Buku

Judul Buku                   : GARA-GARA INDONESIA
Penulis                         : Agung Pribadi
Penerbit                      : Asma Nadia Publishing House
Jumlah Halaman         : xiv + 210 hlm.
Harga                          : Rp 42.000
Tebal                           : 21 x 14,3 cm

Ini Bukan Buku Sejarah. Beneran!

Awalnya saya bingung, ini sebenarnya buku sejarah atau buku motivasi, sih? Eh, saya lupa sang Penulis sendiri bergelar “Historivator”. Pertama kali mendengar sebutan ini saya sempat menilainya terlalu mengada-ada dan maksa. Bahkan saya sudah mencari-cari padanan kata tersebut di KBBI, tidak ada. Dan—dengan-nggak-ada-kerjaannya—saya mengetik keyword HISTORIVATOR di Google search. Apa coba yang saya temukan? Result urutan paling atas adalah sebuah situs www.agungpribadi.com, blognya Agung Pribadi sendiri. Ya ampun, orang ini kenapa narsis sekali? Karena itu, saya tidak salah, kan, menilai sebutan “historivator” itu mengada-ada?

Tuesday, April 15, 2014

"kutipan"

Sinopsis: Do's and Don'ts


Menulis sinopsis adalah sebuah seni yang bisa dipelajari dan diperhalus melalui pengalaman. Seperti halnya sebuah seni, tak ada satu cara yang paling benar untuk menuliskannya. Setiap editor punya pendekatan berbeda-beda dan bisa menghasilkan sinopsis yang berbeda untuk buku yang sama.

Meski demikian tentu saja efek yang ingin dihasilkan lewat sinopsis itu tetap sama, yaitu meyakinkan konsumen untuk membeli/membaca buku tersebut. Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan dan dihindarkan dalam menulis sinopsis:

Friday, April 11, 2014

Kutipan

Fundamental Editing 1#

oleh Bambang Trim

Praktisi Perbukuan &
Ketua Forum Editor Indonesia


TOTAL EDITING




Setiap kali membaca atau menelusuri buku yang sudah tercetak dan saya menemukan editor mengabaikan detail kecil dari karya editingnya, sering timbul kegusaran yang mendalam. Apa saja detail kecil yang sering terlepas dari mata awas seorang editor? Pertama adalah tampilan halaman hak cipta yang kerap tidak konsisten, salah dalam penulisan nama, atau ada bagian yang hilang. Kedua, teks pada halaman prakata dan juga pengantar. Ketiga, teks daftar isi dan rujukan halamannya yang kerap tidak pas. Semuanya terdapat pada bagian pendahulu (prelims). Biasanya hal ini setali tiga uang dengan halaman pengakhir (postlims), seperti daftar pustaka, indeks, maupun glosarium. Ketidakkonsistenan penulisan kerap terjadi. Belum lagi kesalahan menyangkut penempatan running title (judul pelari) ataupun nomor halaman.
            Asumsinya memang seorang editor yang kerap abai terhadap editing prelims dan postlims karena mereka lebih berkonsentrasi pada bagian isi naskah. Padahal, bagian prelims adalah etalase keberhasilan sebuah buku dan bagian postlims adalah happy ending untuk sebuah buku yang berhasil. Jika seorang pembaca yang awas dan kritis telah menemukan berbagai kekeliruan di halaman prelims, perasaan nyaman membaca pun akan terganggu.
            Bagi saya sendiri, pengabaian detail kecil ini adalah awal pembentukan karakter yang buruk bagi editor. Editor yang kerap berlaku demikian kelak tidak akan mampu mengasah intuisinya untuk secara cepat menemukan kekeliruan sebuah naskah. Jika pada halaman-halaman awal saja sudah abai, bagaimana dengan halaman selanjutnya? Karena itu, editor yang benar-benar mencintai pekerjaan editing dan berhasrat menjadi editor andal, ia harus melakukan total editing.
Apa itu total editing? Total editing adalah sebuah cara dan sikap mengedit yang fokus pada tiga bagian besar buku, yaitu preliminaries, text matter, dan postliminaries. Tidak ada satu bagian pun yang boleh terlewat dari mata awas seorang editor sehingga ketajaman mata, ketelitian, kesabaran, dan kekuatan stamina menjadi modal utama. Editor tidak disarankan tergesa-gesa dalam melakukan total editing. Editor yang sudah terlatih lambat-laun kecepatannya dalam mengedit bisa naik seiring dengan semakin tajamnya intuisi mengeditnya. Dengan demikian, ketatnya tenggat terbit atau deadline tidaklah menjadi alasan untuk tidak melakukan total editing.
Kunci memahami total editing adalah menguasai dulu anatomi buku, yaitu bagian-bagian yang mendukung terbentuknya produk bernama buku. Tanpa pengetahuan dan pemahaman yang lengkap tentang anatomi buku, memang sulit mengharapkan seorang editor bisa melakukan total editing. Jika Anda ingin mengetahui seluk beluk anatomi buku, Anda dapat membaca buku berjudul Anatomi Buku karya Iyan Wibowo yang diterbitkan oleh Kolbu, 2007. Buku ini mengupas tuntas tampilan sebuah buku yang perlu dipahami oleh seorang editor buku maupun para pekerja perbukuan lainnya. Bagi editor, buku dengan bahasan langka ini tentu sangat membantu  untuk menambah pengetahuannya dalam hal anatomi buku serta membuatnya paham seluk beluk penulisan bagian-bagian naskah, seperti pengantar, prakata, daftar pustaka, dan indeks.
Kunci kedua untuk melakukan total editing adalah pengetahuan dan pemahaman tentang desktop publishing, termasuk di dalamnya pengetahuan tipografi dan desain komunikasi visual (dkv). Desktop publishing muncul sebagai akibat kemajuan teknologi di bidang komputer penerbitan. Layout buku kini menggunakan program-program desktop publishing, seperti Pagemaker, MS-Publisher, dan Adobe In-design dengan dasar ilmu melayout yaitu tipografi dan dkv. Dalam praktiknya terdapat kesalahan-kesalahan melayout buku yang akhirnya menimbulkan kesalahan tipografi maupun kesalahan visualisasi sehingga diperlukan juga editing untuk memperbaikinya. Jadi, bagaimana mungkin seorang editor bisa melakukan total editing tanpa ia memahami tipografi dan dkv?
Sepertinya sulit menerapkan total editing karena begitu banyak akhirnya tuntutan kerja bagi seorang editor. Namun, itulah seni mengedit atau menyunting sehingga menjadi tantangan bagi karier seorang editor agar ia bisa mencapai puncak sebagai chief editor. Karena itu, editor pemula jangan berleha-leha untuk mengabaikan detail kecil pada naskah dan menganggap itu hal biasa. Berpayah-payahlah mulai dari sekarang untuk total mengedit naskah dan menghasilkan naskah yang benar-benar bersih 99% dari kekeliruan. Kekeliruan yang 1% sisakan hanya untuk keterbatasan kita sebagai manusia.***

Thursday, April 10, 2014

Lebih Dekat dengan Rasulullah



Tahun 570/571 M : Kelahiran
Seorang bayi istimewa lahir di kota bernama Makkah. Dia adalah Muhammad. Tepat pada tahun itu, pasukan gajah Abrahah hendak menghancurkan Ka’bah. Namun, rencana jahat Abrahah tidak dikehendaki oleh Allah Swt.. Allah sendiri yang melindungi Ka’bah dengan mengirimkan segerombolan burung Ababil untuk menyerang pasukan Abrahah. Burung-burung itu beterbangan memenuhi angkasa, membawa kerikil panas dari neraka dan menjatuhkannya, sehingga membuat pasukan Abrahah kocar-kacir, hancur seketika. Sementara itu, Abdul Mutthalib, sang penjaga Ka’bah, tengah berbahagia karena telah lahir cucunya dari anaknya, Abdullah yang telah meninggal. Itulah mengapa tahun kelahiran Muhammad lebih dikenal dengan tahun gajah.

Friday, February 28, 2014

Kutipan

“Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justeru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya.

“Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasannya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh."

Tere Liye, novel "Negeri Di Ujung Tanduk"

Tuesday, February 4, 2014

Outside The Lines



Melihat dengan jarak dekat sebenarnya membuat apa yang ingin dilihat semakin tak terlihat.
Kau perlu berada di luar garis atau minimal jarak yang jauh agar semua yang kau ingin lihat bisa terlihat lebih jelas.—Nina Pradani.

Katakanlah saat ini saya sedang bekerja di sebuah perusahaan roti. Pertama kali—sebelum saya kerja di sana—sejujurnya saya tidak terlalu familiar dengan nama perusahaan tersebut. Oke, saya mengatakan, perusaahaan itu tidak terkenal. Tapi, setelah saya berada di dalamnya, saya menjadi sangat mengenal dan mencintai tempat saya bekerja, saya berusaha meyakinkan orang-orang di sekitar saya bahwa perusaan ini cukup terkenal. Tidak hanya itu, entah sejak kapan saya mengakui dan memuji setiap produk roti yang kami sendiri hasilkan. Saya bahkan sering mengeluh (baca: menyombongkan diri) tentang betapa sulitnya menciptakan dan membuat roti itu. Saya ingin orang lain melihat kami selalu menciptakan roti terbaik di sini, tidak memandang sebelah mata hasil ciptaan kami, dan ciptaan perusahaan roti lainnya.
Kalian sudah nonton film Now You See Me? Saya merekomendasinnya. Dari film ini saya mulai sadar bahwa kita justru tidak bisa melihat kenyataan sebenarnya tentang sesuatu yang paling dekat dengan kita, apalagi jika kita tengah terlibat di dalamnya. Selama ini, saya selalu percaya bahwa produk yang kami hasilkan itu baik, ya, karena memang itu hasil ciptaan terbaik kami. Oh, come on, itu bukanlah ekspektasi yang baik, karena kau akan kecewa sendiri setelah melihat yang sebenarnya dari jarak jauh. Cobalah mundur sedikit, selangkah, dua langkah, tiga langkah, atau jarak terjauh yang kau bisa. Lalu, coba lihat dan bandingkan ciptaaan perusahaanmu dengan perusahaan lain. Bagaimana? Milik siapa saja yang berada di deretan bestseller? Milikmu? Mana? Oke, ada satu, dua. Well, dua produkmu termasuk bestseller, dan sekarang apa? Coba lihat kembali ke dalam, mendekatlah, kau dan teman-temanmu terlena dengan dua produk bestseller tadi. Kalian sudah menganggap diri kalian hebat dan terus-menerus mengungkapkan kehebatan itu berulang kali. Parahnya, entah karena lupa atau tidak ingin menciptakan sesuatu yang lain, kalian mengulangi produksi lama, atau menciptakan produk baru, tapi tetap tidak jauh beda jenisnya dari produk yang sempat bestseller tadi. Sedangkan, nah, coba mundur lagi tiga atau empat langkah, atau langkah terjauh yang kau bisa. Lihat, perusahaan lain punya puluhan produk bestseller. Bahkan mereka menciptakan produk bestseller hampir setiap bulan karena mereka selalu punya sesuatu yang baru. Sedangkan kalian? Waspadalah, terlena itu memang selalu tak disadari.
Hal yang lebih membuat saya tersentak sebenarnya adalah saat menerima telepon dari Adik saya baru saja. kebetulan dia adalah pelahap roti yang baik dan cukup mengenal roti-roti dari berbagai perusahaan. Tapi, sialnya apa, dia bahkan tidak kenal dengan perusahaan di mana Kakaknya bekerja. Itu perusahaan yang menjual roti-roti murah itu, ya? Oh, seandainya, dia ada di depan saya, sudah saya jitak kepalanya. Entahlah, entah karena Adik saya yang nggak gaul atau apa. Tapi, saya teringat, sebenarnya tidak hanya Adik saya yang mengatakan hal itu. Dulu saya beranggapan sama. Beberapa teman saya juga. “Itu perusahaan apa? Rotinya yang mana?” Hikss…. Apa yang harus saya lakukan untuk membuat perusahaan tempat saya bekerja ini terkenal tidak hanya di kalangan tertentu. Tapi, di semua kalangan?
Meski demikian, tetap saja saya tidak bisa memungkiri, perusahaan ini cukup besar. Sangat besar malah. Hanya kurang terkenal di semua kalangan saja. Dan nggak bagusnya, perusahaan ini menurut saya terkenal dengan roti-roti murahnya, saya sudah pernah mengatakan ini pada teman-teman. Jangan terlalu sering menjual roti dengan diskon yang besar. Roti diskonan itu bisa menurunkan brand. Karena kesan konsumen secara umum, barang diskonan itu adalah untuk barang-barang yang tidak laku. [NP]

Tuesday, January 28, 2014

Tediousness

God...
Semoga tidak ada penyesalan setelah menolak tawaran rejeki di tempat yang lebih besar itu.
Anggapanku, lebih besar bukan berarti lebih baik
God....
Bukannya aku takut dengan tantangan
Bukannya aku terlena dengan zona nyaman
Tapi, masih banyak tanggungjawab yang harus aku selesaikan
Jadi, Please.. gimme a little strength...
Buatlah aku bersemangat seperti kemarin-kemarin.
Hilangkan kebosanan yang bisa membuatku menyesal dengan keputusan ini..

Sunday, January 19, 2014

Satelit


Bumi punya Bulan, Mars punya Phobos dan Deimos. Ada pula Titan, Miranda, Ariel. Itu bukan nama temanku. Mereka sebagian di antara satelit planet di galaksi ini. Dan kau, kau adalah Satelitku.

Kemarin aku mengatakan kau adalah Matahariku... Tidak, aku tidak ingin kau jadi matahari, karena akan ada delapan planet dan jutaan bintang yang mengelilingimu.
Aku hanya ingin kau menjadi Satelitku. Dengan begitu, kau hanya akan melihatku, dan selalu ada dengan caramu.

-NP-

Monday, January 6, 2014

Laporan Hasil Penelitian:

Judul Penelitian: Ketika Seseorang Jatuh Cinta
Koresponden: Everyone
 

http://fc01.deviantart.net/fs71/i/2012/322/6/a/anime_facial_expression_refferences_by_gothicmanga-d5leeyu.jpg 


:> Tingkat kewarasan, sulit dibedakan dengan orang gila.
:> Mendadak beralih profesi, bertranformasi menjadi penyair.
:> Daya penglihatan bermasalah, minus bertambah, semua orang terlihat mirip dia.
:> Indra penciuman bermasalah, bau toilet berubah menjadi wangi parfumnya.
:> Sistem kerja otak kiri mengalami masalah serius, tiba-tiba tidak bisa menghitung, dua tambah dua bisa jadi tetap dua, bukan empat. (2 + 2 = 2)
:> Daya tangkap otak kanan meningkat, semua yang dikatakannya tersimpan baik-baik dalam memori, natural dan tanpa disadari.
:> Kekuatan imajinasi makin parah, berkhayal tidak mengenal tempat dan waktu. Dan suka mengait-ngaitkan hal yang sebenarnya tidak terkait sama sekali.
:> Aliran musik tiba-tiba berubah menjadi melow, yang tadinya rock-punk. Atau mengikuti aliran musik si dia.
:> Tontonan favorit berubah tanpa disadari sesuai dengan kesukaan si dia.
:> Gejala insomnia melanda.
:> Nafsu makan boleh jadi bertambah, tapi kebanyakan yang jadi tidak memiliki nafsu makan. Kebalikan antara kedua itu. Tidak normal.
:> Jantungan, kecepatan detak jantung tidak stabil, kondisi terparah adalah bisa mencapai 1000 knot setiap berada di dekatnya.
:> Suhu badan dan kesehatan memburuk, demam tinggi jika berada di dekatnya. Panas khususnya di daerah pipi. Atau bahasa kedokterannya 'merona'.
:> Sekrup di otak tiba-tiba nyadat, sehingga mengakibatkan seluruh organ tubuh tak mampu digerakkan, hanya bisa diam tidak berkutik, hampir tidak bernafas, setiap kali si dia lewat atau beredar di sekitar.
:> Atau kebalikan dari poin di atas, berubah jadi banyak tingkah, banyak bicara, suara sengaja digedein biar si dia denger, atau melakukan sesuatu yang mengharapkan tanggapan baik dari si dia.
:> Deg! Begitu bunyi jantung setiap kali namanya disebut atau terbaca di tulisan.
:> Jadi paparazi. Sadar atau enggak--banyakan nggak sadar sih, kalo udah nyadar, suka kaget sendiri, ''kenapa saya melakukan ini?''--suka mengintip jejaring sosial punya si dia, pengen tau aja apa kegiatannya, apa yang dia katakan, gimana pendapatnya, dll. Kepo beud lah.
:> Suka mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan ini; ''Apa yang terjadi padaku?'', ''Apa yang kulakukan?'', ''Kenapa aku kayak gini, sih?'' dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sebenarnya tidak butuh jawaban.
:> Suka tiba-tiba bertingkah aneh, geleng-geleng sendiri, senyam-senyum sendiri, bete sendiri, kesal sendiri, gemes sendiri, bahagia sejahtera sendiri.
:> Ketik, hapus, ketik, hapus, ketik, hapus, ketik SMS untuk si dia! Kirim, enggak, kirim, enggak, kirim! Setelah sms terkirim, menutup kepala pake bantal, gemes, trus kaki ditendang berkali-kali ke kasur. Nyesel.
:> SMS belum dibalas atau enggak dibalas, uring-uringan sendiri.
:> Terakhir, sering memukul kepala sendiri.

Ditilik dari berbagai gejala dan akibat yang dialami orang yang sedang jatuh cinta di atas, maka dihimbau kepada seluruh warga negara agar senantiasa berwaspada. Jika menemukan saudara, teman, adik, atau kakak anda mengalami salah satu gejala di atas, segeralah membawanya ke KUA terdekat.
Waspadalah! Waspadalah!

NB: Jika yang bersangkutan dirasa masih belum cukup umur untuk dibawa ke KUA, biarkan dia berkembang. Arahkan ke hal-hal positif untuk memberikan cinta kepada yang membutuhkan; anak yatim, fakir miskin, orangtua, sahabat, dan tanamkan pendidikan agama sejak dini.

-NP-
 

Friday, January 3, 2014

Kutipan

Saya selalu berharap editor naskah lebih pintar ketimbang pengarang, sehingga di tangannya naskah yang bagus punya kemungkinan menjadi lebih bagus. Saya juga berharap para kritikus lebih pintar dari pengarang. Pengarang dan kritikus ibarat dua orang yang bermain catur. Jika pengarangnya yang lebih pintar, niscaya kritikusnya gagal menebak apa strategi yang dimainkan oleh si pengarang dan ke mana permainan diarahkan. Jika kritikusnya lebih pintar, berbahagialah si pengarang. Kritikus yang lebih pintar dari pengarang akan mampu mengenali kecerdasan atau kedunguan si pengarang dalam menuturkan ceritanya dan mampu juga menemukan apa yang tampak di permukaan (teks) dan apa yang tak tampak (subteks) pada karya yang dibahasnya.

Monday, December 30, 2013

Absurd

Ini Bukan Puisi

Terkadang kau memang perlu untuk menangis
Agar ada airmata yang kau usap
Karena setelahnya kau akan bisa tersenyum kembali

Itulah mengapa Tuhan menciptakan hujan
Agar kau bahagia melihat matahari

Kau tahu? Bahagia itu sederhana
Amat sederhana
Sesederhana ketulusan seorang yang kau sebut sahabat
Itu saja

-NP-
 
Longversion
Lihat, hari begitu cerah
Well, aku tahu ini sudah malam
Tapi, tetap saja cerah
Lihat! Cerah, kan?
Coba lihat sekali lagi!

Jika cerah itu masih tak terlihat
Coba perbaiki sistem kerja otak kiri
Ku rasa ada masalah
Tidakkah kau malu pada Tuhan
Yang telah mencerahkan harimu?
Tidakkah kau malu pada Tuhan
Yang selalu ada untukmu?

Iya, aku berbicara padamu
Siapa lagi?
Hanya kamu yang ada di sini
Hanya kamu yang terpuruk menutupi kesedihan
Sudahlah, tidak perlu sok ikhlas seperti itu
Menangis saja dulu sepuasmu
Agar ada air mata yang bisa kau usap
Setelahnya kau bisa tersenyum kembali...

-NP-  

 
Aku tidak bersedih
Tapi juga aku tak yakin sedang bahagia
Tuhan, aku hanya merasa kosong
Bagaimana aku mengisi kekosongan ini?
Aku ingin mengisinya dengan cinta untuk-Mu
Tapi sialnya, aku terlalu buruk
Teramat buruk
Aku malu
Aku ingin menangis, tapi kenapa tidak bisa... :'(

-NP-
 

Tuesday, December 24, 2013

Seperempat abad!

December 22 via mobile

Waow! Akhirnya saya merasakan umur itu juga. Apakah saya menunggu? Tidak juga. Takut karena sudah tua? Tidak juga. Malu karena belum menikah? Apalagi itu, tidak sama sekali. Tapi, iya, bener, saya malu. Teramat malu, karena seperempat abad saya hidup, sepertinya saya belum memberikan apa-apa untuk malaikat saya, Ibu.

Seperempat abad saya hidup, hanya membuatnya khawatir, hanya membuatnya sedih, hanya membuatnya susah, hanya membuatnya kepikiran kalau dia punya anak perempuan yang lemah, tak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk dirinya sendiri. Jangankan itu, mengenal dirinya saja tidak. Bagaimana mungkin malaikat saya tidak khawatir setiap detik.

Wahai, mejikom! Tahukah kau, kenapa saya selalu membuatnya khawatir? Kenapa saya tidak bisa membahagiakannya hingga sekarang? Di usia saya yang dua puluh lima tahun! Bayangkan, dua puluh lima tahun! Itu waktu yang cukup lama, bukan? Dan lihat! Tidak ada apa-apa di sini, yang ada hanya kesenangan saya sendiri.

Ingatkah kau, wahai semut di dinding! Sejak saya terlahir ke dunia ini, hingga merangkak ke usia subuh, kemudian berjalan ke usia pagi, dan sekarang meski saya telah berada di usia siang, saya tidak pernah merasakan panasnya matahari. Matahari selalu bersembunyi dibalik awan. Ah, atau mungkin saya yang bersembunyi karena takut membuatnya khawatir, lagi-lagi.

Percayakah kau, wahai setrika! Sekarang saya sudah semakin dewasa. Saya tidak lagi sakit-sakitan, saya sudah sangat sehat dan bahagia. Saya tidak lagi bodoh, tapi mungkin agak sedikit telmi, itu masih. Saya juga tidak lagi mudah percaya pada siapa pun. Tolong sampaikan juga padanya agar dia tidak khawatir. Sampaikan setiap hari, jangan hari ini saja. Mentang-mentang hari ini orang-orang memperingati hari untuknya. Saya tidak mau. Sampaikan hari ini, juga besok, juga lusa, dan selama saya masih hidup, jangan khawatir dan sampaikan bahwa saya mencintainya, teramat mencintainya.

Kutipan

Kita malu, keringetan, gugup, gemeteran dekat orang yg diam2 kita sukai adalah mekanisme alami manusia agar bisa menjaga diri. Ada aturan mainnya.

Repot sekali kalau hal itu tdk bekerja. Kayak sapi atau kambing jadinya. Suka, langsung seruduk. Nggak pake malu2. Suka langsung loncat, tidak peduli meski di pasar ternak, rame yg lihat.

Tere Liye

Sunday, December 22, 2013

Lyric: WHITE - Frank Ocean

Could this be earth, could this be light
Does this mean everythings going to be alright
One look out my window there's trees talking like people

I dreamt of storms, I dreamt of sound
I dreamt of gravity keeping us around
I slept in the darkness it was lonely and it was silent

What is this love, I don't feel the same
Don't believe what this is, could be given a name
I awoke you there chasing planets on my forehead

But I forget 23 like I forget 17
And I forget my first love, like you forget a day dream
And what of all my wild friends, and the times I've had with them
But I'll fade to grey soon on the tv station

Wednesday, December 18, 2013

CerMin: and everyday so tremble

ketika tak ada kata terucap, diam mampu ungkapkan apa yang tak terkatakan. memang, tak semua bisa memahami, tapi sahabat selalu mengerti.
33 minutes ago via BlackBerry Smartphones App.

aku terkesiap membaca status terakhir yang tertera di laman home facebookku. jika orang lain yang menulisnya, aku pasti mengklik 'like', tapi status itu tertulis dengan namamu di sampingnya. nama yang bahkan membuat jantungku melompat hanya dengan melihat tulisannya, nama yang membuat aku sendiri merasa seolah lebih hebat dari dokter spesialis saraf karena bisa mendengar aliran darahku yang berdesir. itu tentang nama yang tertulis. lain lagi ceritanya jika namamu terdengar. lebih gila lagi jika kamu sendiri yang nampak di depan mataku. aku tak bisa berbuat apa-apa selain segala tingkah yang mengharapkan komentarmu, minimal tanggapan baik dalam hatimu, tak perlu terucap, tak masalah. lebih indah lagi jika tingkahku bisa membuat ujung bibirmu melengkung senyum. tapi, jangan! itu bahaya! aku tidak akan bisa tidur berhari-hari.

Thursday, December 12, 2013

You

It's hard to forget The first time I met you
Those mesmerizing pair of eyes
In my mind, The thoughts of you ,Cannot be erased

When I hold your hand and feel your warmth
It's really too much for me to handle
Your innocence .I would like to treasure

When I see you suffering I will feel sad

Just afraid I will fall in love with you
Dare not let myself be too close to you
Afraid I’ve got nothing to offer you
To love you may require a lot of courage too

Just afraid I will fall in love with you
Maybe one day I wouldn't be able to control myself
from falling in love with you
Thinking of you only hurts myself
I just can't help falling in love with you

What’s the reason Ya…
That I meet you again
I really really don’t wish to
Fall into the love trap like this

I just can't help falling in love with you

Tuesday, December 3, 2013

Inspirasi




December 1, 2013 at 1:08am

Herannya, kenapa ide atau inspirasi itu seringnya muncul di tempat yang sempit dan bau? Maksud saya toilet, wc, kamar mandi, atau apa pun lah itu namanya. Kenapa inspirasi saya tidak bisa muncul di kamar kos yang nyaman ini? Atau di meja kerja yang sudah lengkap dengan alat penuang ide-nya? Kenapa harus di toilet yang begitu sekeluarnya dari sana belum tentu keinget. Tidak mungkin kan saya menulisnya di atas air, atau mencoret dindingnya seperti dinding toilet di sekolah saya dulu? Mau pake apa juga nulisnya, odol, sabun?

Nah, kan, tadi apa coba yang mau saya tulis sampai membuka note di sini? Lupa.

Tapi, sudah lama juga ya saya tidak menulis di microblog ini. Terakhir sudah beberapa bulan yang lalu. Sudah lama sekali. Ini pasti karena salah seorang teman memancing saya dengan menunjukkan buku genre 'labil' kemarin. Kenapa saya bilang labil? Pada dasarnya, hanya manusia labil lah yang menulis kisahnya sendiri sekaligus menertawakannya sendiri. Tunggu dulu, jangan menyimpulkan bahwa itu sesuatu yang negatif. Kata 'labil' memang cenderung melukiskan hal yang kurang bagus. Tapi, jika kelabilan bisa menghasilkan sebuah karya, seperti buku-buku Raditya Dika, kalian mau bilang apa? Ups, saya tidak mengatakan Raditya Dika labil, lho. Iya, dia tidak labil. Tapi, gila!

Friday, November 8, 2013

Api dalam sekam

Kalian pernah merasa seolah-oleh sedang menjadi aktor dalam film? Pernah mengalami kejadian seolah sedang turut berperan dalam sebuah skenario yang seru dan menegangkan? Saya pernah, dan kebetulan sedang mengalaminya saat ini.
Ada api dalam sekam! Ya, api dalam sekam! Bukan musuh dalam selimut. Masih kurang jelas? Sekali lagi, api dalam sekam! Berhubung judulnya saja api dalam sekam, yang berarti itu sesuatu yang tersembunyi, jadi, untuk sementara kita pending dulu tulisan ini, sampai apinya benar-benar membakar sekam itu. Biar semuanya jelas dulu lah. Setuju?
Kalian harus setuju, karena saya yang punya tulisan ini. Baiknya kita buat semacam sekapur sirih dulu,

yaah,,,sudah waktunya pulang, oke, kita lanjut lagi besok.

Friday, October 11, 2013

Confused



       Definisi rapat adalah berkumpul untuk membicarakan suatu masalah yang menimbulkan (memungkinkan munculnya) perbedaan pendapat. Yep, rapat dilakukan untuk mencapai suatu kesepakatan bersama. Kalau tidak ada—atau lebih tepatnya tidak menginginkan—adanya perbedaan pendapat, buat apa rapat? Ngobrol aja langsung, beri saja perintah. Itu pertama.
Kemudian, yang kedua. Proses berjalannya rapat itu hampir sama di mana-mana. Rapat di sebuah perusahaan misalnya. Pertama kali, masing-masing bawahan memberi laporan untuk didengarkan oleh seluruh peserta rapat. Sekali lagi, seluruh peserta rapat! Jadi, tidak hanya dari bawahan melapor ke atasan. Kalau bawahan hanya melapor ke atasan, kenapa tidak ngobrol saja berdua? Agar tidak ada peserta yang henghong. Ketiga, peserta rapat yang lain diberi hak untuk merespon hasil laporan tersebut. Terakhir, baru ada keputusan pimpinan rapat.

Keputusan tersebut harus diambil dengan bijaksana, dengan pertimbangan yang matang, mempertimbangkan banyak hal. Dan terutama mempertimbangkan pendapat-pendapat dari peserta rapat. Tidak, tidak, saya tidak mengatakan memberi keputusan dengan mengambil pendapat paling banyak. Tidak harus seperti itu. Karena pendapat paling banyak belum tentu bermasalahat, bagaimana misalnya jika 90 persen peserta rapat itu orang bejat semua. Oleh karena itu, kenapa di sini dibutuhkan seorang pemimpin itu harus bijak.

Yang paling menyulitkan adalah ketika seorang pemimpin meminta bawahannya untuk memberi gagasan atau ide, tapi dia tidak memberikan kesempatan untuk itu. Lalu, ke manakah bawahan ini harus menyampaikan idenya? Teng tong, teng tong.

Ditulis, ya, ditulis. Oke, baiklah. Saya baru saja menulisnya. Itu salah satu hasil pengamatan saya sendiri tentang “rapat”, dan saya berharap, ke depannya sebuah rapat atau meeting bisa berjalan sebagaimana mestinya dan mengapa rapat itu harus dilakukan. Sekian dan terima kasih.

Tipe-tipe Bos di Dunia





1.       Bos PHP
Tau kan, PHP apa’an? Yep! Pemberi Harapan Palsu. Bos pemberi harapan palsu sekarang sudah makin marak dan merajalela. Ciri-ciri bos tipe ini salah satunya, menjanjikan rapat kemudian membatalkannya. Cape deeh… -_-‘
2.       Bos Doyan Telat
Bos yang nyuruh bawahannya hadir di kantor tepat waktu, tapi dia sendiri nggak pernah tepat waktu. Kalopun pernah, paling banter sekali dalam sebulan. Bos kayak gitu wajib dibuang ke laut.
3.       Bos Killer
Nggak cuma dosen doang yang punya titel ‘killer’, bos juga bisa disebut killer kalo dia suka membunuh. Tenang, maksudnya membunuh karakter. Bos yang suka membunuh karakter bawahannya ini halal buat dibunuh balik, yaa… itu kalo kamu berani dan punya senjata yang lebih hebat dari punya si bos, sih.
4.       Bos Mata Elang
Tipe bos mata elang ini maksudnya yang matanya ‘awas banget’, do’i paling nggak bisa liat bawahannya diem (nggak kerja). Menghadapi bos tipe ini, kamu jangan sekali-kali nyelesaiin kerjaan sebelum deadline kalo nggak mau dihadiahi kerjaan tambahan. Atau bisa aja sih kamu kelarin kerjaanmu lebih cepet, tapi jangan dilaporin dulu ke si bos. Ekekekekee…
5.       Bos Muka Dua
Kita nggak lagi ngomongin hantu atau siluman bermuka dua, karena manusia juga ada yang bermuka dua. Tau kan artinya? Yap, bener banget, tipe bos juga ada yang bermuka dua. Suka ngomongin kejelekan bawahannya ke bawahan yang lain. Hedehh… tipe bos yang kayak gini nih yang kudu dimasukin ke mesin cuci.
6.       Bos Mafia
Pernah denger kata mafia? Itu ada di film-film action biasanya. Bos mafia itu tipe bos yang disegani dan ditakuti karena dia emang layak untuk itu. Dia ditakuti karena memiliki kekuatan atau kehebatan yang lebih dari para bawahannya. Dan itu keren.
7.       Bos Malaikat
Wah, bos tipe ini sampe nggak tega ngomonginnya. Do’i baiiiiiiiik banget. Hatinya lembut, penyayang, perhatian. Bicaranya bijaksana, jalannya berwibawa, pembawaannya berkarisma, ketika dia berjalan, selalu tersenyum, dan bawahannya reflek memberi hormat dengan membungkuk. Kalau si bos ngasih perintah, nggak ilang senyum dari bibirnya, entah kenapa ada aura malaikat di sekitarnya. Tapi, jangan sekali-kali punya niat bikin si bos tipe ini marah. Kalo lagi marah, bisa lebih menyeramkan dari makhluk mana pun.
8.       Bos Otoriter
Memberi keputusan tanpa mau mendengarkan pendapat orang lain (bawahan), parah lagi kalau berdasarkan kepentingan pribadi.
9.       Bos Devil’s Prada
Pernah nonton film Devil’s Prada, kan? Yap, bener banget. Berhati batu, profesional, tegas, disiplin, memberi perintah semaunya, tidak menerima alasan apa pun. Bos tipe ini bisa disukai, bisa dibenci, bisa juga dicaci maki. Tapi, cukup sampai di situ. Bawahan cukup mencaci maki di belakangnya atau dalam hati, tanpa bisa berbuat apa-apa. Kalau saya sendiri sih lebih suka bos tipe ini. Kenapa? Karena bawahan bisa belajar disiplin dan bekerja profesional. Bawahan bisa belajar untuk memiliki mental baja dengan menghadapi si bos ini. Bukan kah itu keren?