Friday, December 16, 2016

Kehilanganmu

Kukira saat melihat tubuhmu yang terbujur kaku kemarin adalah hari terberat. Namun,  ternyata aku salah. Kemarin masih banyak yang mengelilingimu. Keluargamu yang mungkin lebih merasa kehilangan, teman-temanmu, para sahabat, tetangga, kenalan, atau bahkan mungkin ada pengagum rahasiamu di antara mereka. Artinya, banyak yang merasakan hal yang sama denganku. Jadi, aku tidak sendiri. Dan kau pun tidak sendiri.



Tapi, sekarang apa? Hingga sesiang ini tak ada chat darimu yang mengajak jalan-jalan, membicarakan rencana petualangan selanjutnya, atau sekadar menyapa. Tak ada. Besok lusa juga berarti sungguh tak ada? Ya Tuhan, mengapa aku masih sulit mempercayainya?

Mungkin aku terlalu egois karena merasa kehilanganmu, padahal sudah seharusnya kita semua berada di sana. Hanya soal siapa yang duluan, siapa yang belakangan. Dan aku yakin kau mendapat giliran lebih dulu karena Dia teramat menyayangimu. Baiklah, tenang saja, aku tidak akan bersedih.

Kau sendiri tahu, kan, aku punya ingatan yang kurang bagus? Berhubung sekarang aku sedang berusaha kuat melupakan kesedihanku, aku takut lupa semuanya. Jadi, aku ingin menyimpan foto-foto kita di sini sebagai kenangan terbaik untuk dilihat bersama anak-cucuku kelak. Mungkin aku akan menceritakan kalau nenek mereka dulu punya sahabat terbaik.








Astagaa... ternyata fotomu banyak bangeet... 😂😂

No comments: